Suatu malam kau mengeluh,
Ingin meluapkan sesuatu.
Tentang apa?
"Kau pasti tahu" Jawabmu tanpa titik
Dilanjutkan kata-kata yang membuatku merasa buyar
"Kau orang pertama yang aku tuju tentang masalah ini"
Lalu beberapa hari kau cerita penuh haru, gundah, emosi menjadi satu.
Kuberikan telingaku untukmu, tanpa batas.
Silakan sesuka waktumu sampai hajatmu tuntas
Aku ada.
untuk mendengarkan berbagai keluh kesah yang kaurasakan
Sesederhana itu peranku
Sampai waktu telah berlalu
Lalu perlahan-lahan menjauh
"Aku tak menjauh, cuma terlalu sibuk"
Sepertinya telingaku memang untuk berkeluh kesah, bukan untuk bersuka cita apalagi mendengarkan kau jatuh cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar