Kamis, 29 Agustus 2019
Tuan Yang Patah Hatinya
malamnya terlalu panjang untuk merasakan kegundahan
paginya terlalu sendu untuk menertawakan kenangan
pupus sudah harapan yang sedikit demi sedikit terangkai
menguap bersama pertanyaan yang tak menemukan titik dalam jawaban
mencoba menuangkan kesedihan melalui kata-kata
tapi yang ada sumpah serapah berputar tak karuan
mencoba mengorek kata-kata dalam bait obrolan nona
adakah yang salah selama ini?
adakah yang kurang berkenan?
ternyata
bahagianya nona tak ingin bersama tuan yang patah hatinya
Jakarta, 18 Februari 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar