Sabtu, 07 Februari 2015

Perjalanan Awal Tahun #2

oke, saya akan melanjutkan menulis cerita perjalanan awal tahun saya.

Tahun ini, sedang semangat menggebu-gebu untuk berwisata di tempat-tempat istimewa Jogja. Memiliki teman yang asik diajak ngebolang membuat saya mudah untuk mengunjungi tempat keren di Jogja walaupun saya belum lancar mengendarai motor (thanks gaess)

Setelah seharian berpetualang menggunakan transjog tanpa tujuan yang jelas, sore hari saya dijemput Hendy untuk melihat sunset di gumuk pasir dekat parangtritis. Tanpa persiapan, karena saya kira ini hanya menjadi wacana. Saat tiba di kos, Hendy sudah menunggu di depan kos.Tak butuh waktu lama untuk mengambil helm di kamar dan bersiap seadanya. Kami pun langsung meluncur ke lokasi sekitar pukul lima kurang, karena teman-teman kami sudah jalan terlebih dahulu berangkat ke lokasi. 
Awal tahun, Jogja Macet. Kami hampir terjebak macet di jalan menuju Malioboro, untungnya kami tahu jalan tikus menuju jalan mataram yang tidak terjebak macet. Di perjalanan, kami rada pesimis tidak mendapatkan sunset karena sudah hampir magrib dan gerbang menuju parangtritis ramai lancar hampir macet. Akhirnya, kami memasuki gerbang Parangtritis tanpa macet dan bayar. Kami menuju gumuk pasir yang telah diarahkan oleh Ijul dan kawan-kawan yang berada di kanan jalan sebelum masuk pantai. Akhirnya, kami bertemu dengan mereka dan segera berjalan naik ke gumuk untuk menikmati sunset serta pantai dari kejauhan. 
Gumuk Pasir Parangtritis merupakan fenomena padang pasir satu-satunya di Asia Tenggara. Gumuk pasir ini seperti padang pasir yang ada di Meksiko. Terbentuk ribuan tahun oleh proses alami alam yang katanya merupakan material abu vulkanik gunung merapi yang terbawa oleh aliran sungai opak kemudian diterbangkan oleh angin. Jogja semakin istimewa karena terdapatnya gumuk pasir ini dan katanya akan terdaftar sebagai  Unecso World Heritage.

Matahari hampir turun, kami pun segera berfoto sok elegan untuk mengabadikan senja di hari pertama di tahun 2015 ini :)
Senja pertama di tahun 2015. Semoga dapat mencapai yang disemogakan

sebelum matahari benar-benar turun

Senja ada di belakang kami :)
(Hendy, Deswara, Wicha, Ijul, Saya)
Matahari benar-benar sudah menghilang, kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke pantai Depok. Kami pun menuju pantai depok melalui jalan geospasial yang menyeramkan. Jengjeng, ternyata arah menuju pantai Depok sangat padat oleh kendaraan dari Parangtritis. Karena kita tidak mau mengambil risiko untuk melawan arus akhirnya kami memutuskan untuk mencari masjid untuk beribadah dan membatalkan pergi ke pantai Depok. 

Jiwa berpetualang kami hari itu pun masih membara, setelah magriban kami pun enggan untuk pulang dan berembuk untuk main ke rumah Galih di Imogiri. Galih pun dihubungi, dan bersedia menerima kami sebagai tamu yang menodong makan malam (haha).

Sesampainya di rumah Galih, kami mengobrol sejenak dengan ayah Galih, karena dia sedang membelikan makan untuk kami (thanks Gal :D). Setelah Galih sampai, kami diajak makan malam diselangi oleh obrolan-obrolan kecil dan bermain dengan Fadhil keponakan Galih. Malam itu hujan turun dan waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Karena sudah terlalu larut dan hujan yang tak kunjung reda, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di rumah Galih. Kami pun merencanakan keesokan paginya untuk mengunjungi makam raja-raja dan hutan pinus yang tidak jauh dari rumah Galih.

Perjalanan hari pertama selesai~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar