Senin, 02 Februari 2015

Perjalanan Awal Tahun #1

--- Kebahagiaan itu diciptakan sendiri, bukan stigma dari masyarakat yang membentuk ---

Pernyataan di atas saya rasakan saat berjalan-jalan keliling jogja menggunakan transjog pada awal tahun ini.  Berjalan tanpa tujuan yang pasti. hanya berkeliling menikmati kota ini bersama masyarakat yang menghidupi kota ini.

Bermula dari kepenatan di awal tahun baru, iseng untuk keliling jogja pun timbul lagi. Kali ini ditemani oleh kakak angkatan yang mau menemani melakukan hal-hal 'gila' bersama saya. Dimulai dari transjog UNY, kami lumayan menunggu lama untuk menaiki transjog 2A yang pemberhentian terakhir di terminal jombor. jangan tanya tujuan kami ingin ke mana, karena kami pun juga tidak tahu akan berakhir di mana. Tapi, karena hidup harus memiliki tujuan, hal absurd sekali pun, akhirnya kami memutuskan setelah dari terminal Jombor, melanjutkan perjalanan menuju arah Malioboro.  

menikmati perjalanan dari UNY menuju Jombor dengan bercerita. Ya, kami suka bercerita atau terkadang bertukar pikiran tentang banyak hal -teman, kuliah, agama, keluarga, atau hal-hal sepele lainnya-. Kemudian, kami melanjutkan perjalanan menuju arah Malioboro. Awalnya, kami tidak berencana berhenti di Malioboro, tapi karena telah masuk zuhur, kami memutuskan untuk berhenti di halte malioboro dan melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Kauman untuk solat. Perjalanan yang cukup jauh, tapi saya menikmatinya. Saya bertemu dengan berbagai macam orang bertebaran di jalan. Banyak orang dengan kehidupan masing-masing, dengan tujuan yang berbeda-beda, dan dengan kebahagiaan yang  berbeda pula. Kebahagiaan itu diciptakan, karena berasal dari hati diri sendiri, bukan hati orang lain. Perjalanan kali ini membuat saya lebih bersyukur atas hidup yang saya jalani saat ini.

Setelah sampai di Masjid, kami beribadah dan istirahat sejenak. sedikit diskusi soal agama. saya senang berdiskusi mengenai agama bersama dia, saya merasakan perspektif baru mengenai bagamana cara pandang menjalani agama kami. Hal yang masih saya ingat dan saya pikirkan dari ucapan dia adalah "umat islam saat ini seperti buih-buih ombak di pantai".-Banyak- 

Selesai beristirahat dan melihat kebahagiaan anak-anak kecil bermain di kolam masjid, kami memutuskan melanjutkan perjalanan. Saat itu, kami mempunyai tujuan untuk nain transjog ke terminal giwangan kemudian kembali lagi ke halte UNY.
Perjalanan dimulai kembali di halte taman pintar. Percayalah jalan-jalan menggunakan transjog di saat libur besar sangat tidak disarankan. di halte ini, kami menunggu transjog yang dapat ditumpangi sekitar satu jam. hmm jangan tanya macetnya jogja dan penuhnya transjog pada saat itu, mungkin semacam-buih-buih di pantai. 

Saat menunggu transjog, saya disms oleh teman yang mengajak ke gumuk pasir parangtritis. karena  sebelumnya ada misscomm mengenai perjalanan ke gumuk pasir, akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke giwangan dan memutuskan untuk pulang. 
Kami pulang, dan saya melanjutkan perjalanan ke gumuk pasir.

Hari itu, bahagia denga cara saya sendiri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar