2 Januari 2015.
Bangun pagi-pagi masih berada di rumah Galih. Kurang lebih pukul tujuh pagi (kalo gak salah ingat) setelah sarapan dan berleha-leha, kami melanjutkan perjalanan ke makam raja-raja di Imogori yang tidak jauh dari rumah Galih. Kami berangkat bertujuh membawa satu anak kecil -fadhil- keponakan Galih. Jarak tempuh ke makam ini hanya sekitar sepuluh menit.
Makam Raja-Raja ini berada di tempat tinggi, semacam bukit. Kalo kata teman saya, mereka dikuburkan di tempat yang atas agar tetap dapat mengawasi Jogja dari bukit tersebut. Untuk sampai ke atas, kami harus melewati beratus-ratus anak tangga. Rasa lelah setelah menaiki anak-anak tangga itu pun terbayarkan oleh pemandangan pegunungan yang indah serta udara pagi yang masih segar. Kami tidak masuk ke dalam masuk ke dalam makam raja tersebut, karena ada waktu-waktu tertentu makam tersebut terbuka untuk umum. Alhasil, kami pun hanya mengelilingi makam tersebut dan berfoto ceria alay (haha)
![]() |
| Pertama kali foto berempat |
![]() |
| foto merem ala-ala |
Perjalanan yang lumayan jauh, kurang lebih dua puluh menit. Gerimis kecil menyertai kami dalam perjalanan ke hutan pinus. Semangat ngebolang pun tak surut walaupun dengan jalanan yang menanjak disertai gerimis dan kanan kiri terkadang masih hutan. Di tengah perjalanan, ban motor yang saya tumpangi gembes, untungnya tak jauh dari sana ada tambal ban.
Kami pun tiba di tempat tujuan, pemandangan indah yang benar-benar indah kami dapatkan karena hutan pinus masih berkabut. Kami mendapatkan momen yang tepat. Tidak mau melewatkan momen kabut ini, kami pun langsung berfoto (lagi) bahagia.
![]() |
| Muka bahagia di tengah kabut |
![]() |
| ala-ala memandang harapan |
![]() |
Perjalanan hari kedua selesai.
kami lelah, tapi kami bahagia~






Tidak ada komentar:
Posting Komentar