Jadi, apa sih sebenarnya pendidikan itu?
Menurut KBBI pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Dari pengertian ini hal inti yang dapat diambil adalah proses pengubahan sikap dan tata laku dalam usaha mendewasakan manusia. Proses ini sebenarnya dimulai dari lembaga terdekat dalam individu, yaitu keluarga. Dalam hal ini, keluarga berperan penting sebagai fondasi pertama penanaman sikap atau tingkah laku yang diinginkan dari seorang anak. Namun, bila membicarakan pendidikan, hal ini selalu diasosiasikan dengan pendidikan formal, khususnya di sekolah. Padahal, sekolah sebagai lembaga formal tidak terlalu banyak berkontribusi untuk menanamkan sikap atau tingkah laku anak yang diharapkan.
Sekolah sebagai sarana mendapatkan ilmu dan mendidik anak-anak terkadang tidak efektif membentuk pribadi yang lebih baik. Tuntutan nilai KKM yang diterapkan hanya membuat siswa terbebani oleh angka sehingga terkadang mereka hanya mengejar kuantitas, tanpa memedulikan kualitas ilmu yang didapatkan untuk kehidupan mereka selanjutnya. Tuntutan nilai tak hanya datang dari sekolah, bahkan tak sedikit orang tua menuntut anaknya untuk menjadi yang terbaik dalam hal kuantitas, tetapi tidak terlalu memperhatikan proses anaknya untuk mendapatkan hal itu, paham kah? atau senangkah berproses? sehingga tak jarang saya mendapatkan siswa yang mengeluh takut dimarahi orang tua bila tidak mendapatkan nilai yang sempurna.
Barangkali setelah mendapatkan ultimatum dari orang tua diharapkan dapat membuat mereka lebih bersemangat untuk berproses. Namun, tak sedikit anak malah mencurangi proses belajar mereka dengan perbuatan yang tidak jujur demi tuntutan mendapatkan nilai yang baik. Jika perbuatan ini dilakukan terus menerus, tujuan pendidikan untuk mengubah sikap dan tingkah laku menjadi baik malah ternodai dengan terbentuknya sikap dan tingah laku yang tidak jujur, tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri, dan masih banyak lagi.
Ini adalah salah satu contoh masalah kecil dari pendidikan di Indonesia yang sering saya temui. Bila meminta solusi yang nyata untuk memperbaiki semua ini, sungguh sangat kompleks karena menyangkut kurikulum, tenaga pendidik, pemerintah, dan birokrasi yang tak bisa diselesaikan dalam jangka waktu yang singkat.
Oleh karena itu, dimulai dari fondasi utama, keluarga, mungkin menjadi proses yang efektif untuk mendidik anak menjadi pribadi dengan sikap dan budi lebih baik pada saat ini.
Selamat Hari Pendidikan Nasional :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar