Kemudian pada suatu kesempatan saya mencoba mengutarakan apa yang saya rasakan. Tentunya setelah menimbang kebaikan dan keburukan yang akan terjadi. Dengan dasar semua ini pasti akan berakhir entah akan bersama atau memilih jalan masing-masing, saya tak mau menyesal menyembunyikan perasaan entah sampai kapan. Toh, apa pun yang terjadi harus tetapi dilewati.
Awalnya berjalan cenderung membaik, mendekat. Lalu entah mengapa, mungkin ekspektasi saya yang terlalu sehingga membuat banyak kekecewaan.
Apakah sebelumnya hanya sandiwara?
Sampai saat ini saya tak mengerti. Kata-katanya serupa teka-teki yang sulit dipecahkan.
Anggap saja ini sudah berakhir, walaupun menyedihkan, setidaknya saya tidak lama memendam rasa. Sedih pasti, tapi seiring jalannya waktu pasti akan menemukan kebahagiaan lain. Toh, doa awal saya pun sudah berjalan. Jadi, jangan lama-lama ya, sedihnya.
I love you, but i love me more.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar