Sabtu pagi, 7 Januari 2017.
Saya terkaget mendapatkan pesan whatssapp dari salah satu sahabat. Isi yang tidak seperti biasanya, mengingatkan untuk selalu membaca atau obrolan-obrolan ringan tentang hidup masing-masing. Kali ini ia menuliskan sajak yang bertanggalkan pada hari itu, sajak yang baru ia ciptakan hari itu. Saya membaca cukup serius, menelaah kata demi kata.
Dia menggunakan kata ganti 'kita' yang merujuk kepada saya dan dia (karena pada pesan selanjutnya dia mengatakan sajak pertamanya pada tahun ini terinspirasi dari perkataan bodoh saya, bahkan saya lupa apa yang telah saya katakan).
Membaca sekali, membaca lagi, hingga kali ketiga saya baru memahami sajak ini menceritakan tentang kami, kisah harapan dan perjuangan kami untuk mewujudkan cita-cita. Bukan cita-cita bersama, melainkan cita-cita pribadi yang selalu kami bagi untuk saling mengingatkan atau menguatkan jika kelak kami lupa.
Begitulah yang saya pahami dari sajak ini, arti sebenarnya hanya pengarang dan karyanya yang mengetahui.
Sajak ini secara langsung mengingatkan saya pada mimpi-mimpi saya yang belum berjalan. Pada awal 2017 ini saya masih ragu untuk melangkah mewujudkan impian, bisa dibilang begitu. Saya belum punya rencana yang pasti. Mengkhawatirkan hal-hal yang hanya membuat saya diam di tempat, tidak beranjak.
Namun, saat membaca ini, saya tahu apa yang harus saya perbuat. Saya harus tetap bergerak, beranjak, bekarya, melakukan hal-hal positif, selagi saya meyakinkan diri untuk mewujudkan impian saya. Ya, saya tidak boleh hanya diam, memikirkan suatu hal belarut-larut tanpa melakukan hal lain.
Terima kasih selalu menginspirasi.
Hai 2017!
Mari beranjak!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar