Selasa, 16 Juli 2013

(kutipan) perpisahan termanis

:: Aku dan kamu, bagai karang-pantai mencintai laut lepas.
   dari jauh, aku mencintaimu dengan seluruh kekuranganku ....
 
:: sejak pertemuan itu, aku merasa hari-hari kita begitu akrab:
   meski sebatas ombak yang setiap hari datang memberikan
   sentuhan-lalu pergi tanpa salam perpisahan. Ah, munkinkah
   sungai telah menyampaikan semua salamku padamu, menyusun
   kata-cinta yang terbata-bata menjadi sebuah sajak cinta,
   dan kau menerimanya?

:: ....... aku akan menjadi yang lain: bayang-bayang, angin, pohon,
  gunung, atau langit. Barangkali aku gagal menjadi kekasihmu,
  tetapi cinta tetap ada: untuk apa dan untuk siapa,
  biarlah ia menentukan nasibnya sendiri....

[Fahd Djibran- Perpisahan Termanis]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar