dari jauh, aku mencintaimu dengan seluruh kekuranganku ....
:: sejak pertemuan itu, aku merasa hari-hari kita begitu akrab:
meski sebatas ombak yang setiap hari datang memberikan
sentuhan-lalu pergi tanpa salam perpisahan. Ah, munkinkah
sungai telah menyampaikan semua salamku padamu, menyusun
kata-cinta yang terbata-bata menjadi sebuah sajak cinta,
dan kau menerimanya?
:: ....... aku akan menjadi yang lain: bayang-bayang, angin, pohon,
gunung, atau langit. Barangkali aku gagal menjadi kekasihmu,
tetapi cinta tetap ada: untuk apa dan untuk siapa,
biarlah ia menentukan nasibnya sendiri....
[Fahd Djibran- Perpisahan Termanis]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar