Selasa, 28 Februari 2012

"Pejabat" Saat ini

Pada tahun 1950-1959 indonesia menganut sistem pemerintahan parlementer  yaitu sistem yang pemerintahannya di jalankankan oleh perdana menteri. Selama 9 tahun masa pemerintahan ini, indonesia sudah melakukan tujuh kali pergantian kabinet, dimulai dari kabinet natsir, sukiman , wilopo, Ali sastroamijoyo, Burhanuddin Harahap, Ali Sastroamijoyo II dan berakhir pada  kabinet Djuanda. Rata-rata masa jabatan para perdana menteri sekitar 1-2 tahun bahkan ada yang hanya sekitar 6 bulan. Pergantian kabinet yang relatif cepat ini disebabkan oleh golongan oposisi yang kecewa atas kebijakan yang diambil oleh perdana menteri, contohnya pada kabinet natsir, kabinet ini jatuh karna oposisi menyatakan mosi tidak percaya dan mengaggap bahwa kabinet ini tidak bisa merebut kembali Irian Barat dari tangan Belanda dan pada tanggal 21 maret 1951 Natsir mengembalikan mandatnya kepada Soekarno. dengan sering bergantinya kabinet pada masa pemerintahan parlementer membuat sistem pemerintahan indonesia pada saat itu goyah dan labil. tapi,dibalik semua ini kita dapat mengambil pelajaran penting dari  para petinggi-petinggi bangsa kita terdahulu tentang bagaimana cara bertanggung jawab  atas negara serta rakyat dan rasa malu jika tidak bisa mengemban tugas mereka dengan baik.Jika kita perhatikan para pejabat tinggi sekarang yang kebanyakan tidak mempunyai rasa tanggung jawab dan malu dengan apa yang seharusnya mereka lakukan saat ini, kebanyakan dari mereka hanya duduk di ruangan ber- AC lengkap dengan segala jenis hiburan, sedangkan rakyatnya, mencari tempat untuk tidur pun susah. dan jika mereka para pejabat terjerat kasus korupsi, bukannya malu kepada rakyat dan langsung menanggalkan jabatannya dengan kesadaran diri sendiri malah tetap kekeh menunggu jabatannya dicopot oleh pemerintah. sungguh miris negeri kita saat ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar