Selasa, 07 Januari 2020

Kilas Balik 2019

Tahun 2020 sudah berjalan tujuh hari. Awal tahun diawali dengan hujan deras hingga banjir pada pagi hari di Jabodetabek. Alhamdulillah tempat tinggal saya di Jakarta tidak kebanjiran, hanya saja air hujan merembas melalui tembok kamar, tak seperti musim hujan sebelumnya. Selama hampir empat tahun di Jakarta, banjir kali ini cukup parah. Bahkan, ketika hari selanjutnya masih banyak tempat yang masih tergenang.

Tujuh hari pertama di tahun ini sudah banyak kejadian penting di Indonesia, bahkan di dunia. Natuna yang diklaim oleh Cina, isu-isu perang dunia karena konflik Amerika-Iran, dan entah apalagi yang terjadi esok. Semoga Indonesia tak aman terkendali.

Sebelum membahas keinginan 2020 ini, sepertinya saya harus mengapresiasi peristiwa-peristiwa penting pada tahun 2019. Dalam hal berpetualang, tahun kemarin termasuk tahun yang cukup banyak mengunjungi tempat-tempat baru dan aktivitas baru, rafting di Pangalengan, naik Gunung Ijen dan melihat blue fire, mengelilingi Baluran, backpacker ke Bali via darat-laut, roadtrip Jogja-Bandung, camping di Rancaupas, dan piknik ke Taman Bunga Nasional. Awalnya ingin menuliskan perjalanan tahun lalu, tapi banyak magernya. Semoga masih ada memori perjalanan yang bisa saya tuliskan suatu saat nanti.

Selain itu, pada tahun 2019 saya lebih sering berolahraga, renang, badminton, atau sekadar jogging di GBK. Alhamdulillah. Sepertinya, pada tahun ini pun saya ingin banyak berolahraga, setidaknya jogging, karena selain sehat, olahraga bisa sebagai alternatif melampiaskan energi-energi yang kurang menyenangkan.

Dan hal yang membanggakan bagi diri saya tahun ini adalah menghabiskan bacaan sekitar 16/17 buku dalam satu tahun ini. Mungkin bagi orang lain ini masih sedikit, tetapi bagi saya ini sudah termasuk banyak. tak apalah membanggakan diri sendiri.

Ohiya, pada tahun 2019 kemarin pun saya lumayan banyak mengunjungi konser, seperti Kunto Aji, Maliq d'Essential (2 kali dalam setahun ini), Tulus, Efek Rumah Kaca, dan Mocca. Lebih banyak dibandingkan tahun-tahun ketika kuliah dulu. Ya semua ini karena pada tahun ini ada teman yang satu frekuensi dan liburnya pun sama sehingga bisa datang ke konser, bazar buku, atau acara kesenian yang seru.

2019 tak selalu indah, ada saatnya saya patah hati, yaitu ketika awal tahun mengetahui seseorang yang awalnya dekat lalu tiba-tiba mengabarkan akan menikah, untungnya, saya sudah terbiasa patah hati, ya pemulihannya tak selama patah hati sebelumnya hehe. Lalu, ada kalanya merasa sedih, sendiri, khawatir, takut, rindu dan banyak sekali emosi-emosi yang membuat risau sendiri, tetapi untungnya saya masih ada sahabat-sahabat yang menenangkan kerisauan hati.

Sekian kilas balik 2019.
Mari melangkah bersama di 2020!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar