Banyak tanggapan jika wanita bisa menjadi monster pada waktu khusus, yaitu saat datang bulan. Waktu khusus itu sering dikenal sebagai premenstruasi syndrom atau yang lebih dikenal dengan PMS. Ada lelucon mengatakan, "Jangan dekat-dekat cewek yang sedang PMS nanti bisa dimakan." Sedikit berlebihan sih, tapi mungkin ini penggambaran untuk menunjukkan jika wanita yang sedang PMS memang dapat berubah semacam menjadi monster.
Saya pun mengalami syndrom ini sebulan sekali. Mood yang berubah menjadi jelek, malas yang kebangetan, suka mengingat masa lalu, dan hati yang gelisah. Itulah beberapa hal yang saya rasakan ketika PMS. Rasanya sebal, saat saya sadar saya sedang dalam masa PMS dan saya selalu mencoba mengubah emosi saya menjadi baik seperti biasanya, tetapi tidak bisa. Wajar sih, karena pada saat ini hormon sedang berubah dan yang saya baca kadar serotinin (yang mengatur mood) berkurang. Saya merasa menjadi monster untuk diri saya, menjadi gampang emosian, baperan, dan kadang melakukan hal-hal yang tidak jelas untuk mengubah mood menjadi baik lagi.
Pada saat syndrom ini berlangsung, saya mencoba untuk tidak banyak berkomunikasi dengan orang lain karena menghindari bawaan emosi, sebenarnya sih kalau emosi dengan orang lain saya jarang meluapkan emosi dengan marah-marah, hanya pergi menjauh atau diam. Saya tidak ingin menjadi monster untuk orang lain. Pergi menjauh dan diamnya saya ini kadang menjadi monster untuk diri saya sendiri, tapi untungnya saya tahu cara menjinakan monster dalam diri ini.
Jadi harap wajar, jika suatu saat saya berbicara dengan wajah jutek. Mungkin pada saat itu saya sedang PMS atau kamu memang menyebalkan.
Ditulis saat sedang PMS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar