Beberapa tahun lalu tepatnya ketika saya masih belajar di Sekolah Dasar, saya mempunyai cita-cita yang semua anggota keluarga saya tahu. Saya ingin menjadi seorang guru. Alasan saya pada saat itu adalah saya melihat seorang guru banyak disayangi oleh muridnya. Dengan pemikiran sederhana yang dimiliki anak SD, pada saat itu setiap saya mengisi biodata di binder atau orgi teman, saya menuliskan cita-cita sebagai seorang guru.
Beberapa tahun kemudian, ketika Aliyah bertemu dengan banyak orang dan pengalaman serta pengetahuan baru terbesit cita-cita baru untuk menjadi seorang reporter atau penulis. Hal ini yang mendasari saya untuk mengambil jurusan Sastra Indonesia selain karena suka membaca.
Keinginan saya untuk kuliah di Sastra Indonesia pun terwujud. Saya sangat menikmati kuliah di jurusan ini. Menemukan banyak orang dengan tipe-tipe pemikiran baru dan mata kuliah yang menurut saya sangat membuka pengetahuan saya mengenai budaya dan masyarakat. Pada tahap ini, cita-cita saya pun bertambah menjadi filolog, dosen, peneliti, dan istri serta ibu yang hebat.
Lulus dari Sastra Indonesia, merupakan fase kebimbangan untuk menentukan jalan hidup selanjutnya. Cita-cita manakah yang harus saya wujudkan terlebih dahulu?
Dengan mempertimbangkan banyak hal dari sisi financial, saran, tujuan hidup, serta kehidupan pascakuliah yang tidak semudah yang dibayangkan. Saya memutuskan untuk mewujudkan cita-cita ketika SD, seorang guru.
Kini saya sudah satu bulan lebih menjadi seorang pengajar. Walaupun bukan mengajar di lembaga formal, saya sangat menikmati peran saya saat ini. Semoga pilihan saya saat ini dapat mempermudah keinginan-keinginan saya selanjutnya untuk terwujud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar