Sabtu, 20 Februari 2016

Perjalanan Bahagia

Berawal dari keinginan untuk piknik bareng (lagi) setelah KKN. Akhirnya, teman-teman #AntiWacana atau #Menolaklupa bersepakat merencanakan trip bareng murah meriah. Rencana dibuat sekitar akhir September di grup whatsapp dengan tujuan trip Dieng,Wonosobo. Sempat akan menjadi wacana, karena tidak ada respon lebih lanjut padahal hari sudah ditentukan dua minggu sebelumnya. Tepat tiga hari sebelum keberangkatan barulah kami memastikan siapa saja yang akan berangkat dan 'nanti di sana kita tidur di mana'. Singkat cerita, setelah melakukan diskusi kita berencana untuk nge-camp di daerah Dieng dan yang akan berangkat Saya, Rini, Hikmah, Hendy, Fian, Wahyu, Wara, dan Ijul. tetapi, pagi hari sebelum berangkat Ijul membatalkan ikut karena sakit.

Kamis, 8 Oktober 2015
Pukul 16.00 kami janjian kumpul di depan kolam kodok FIB. Saat saya sampai di Kolam Kodok, belum ada teman-teman yang lain. akhirnya saya menunggu mereka sambil mengontak mereka. Sekitar pukul 16.30 barulah mereka satu persatu datang. Sekitar pukul 16.45 kami berangkat dari kampus menjemput wahyu di kosnya kemudian mengambil tenda. Sekitar pukul 17.00 lebih kami resmi meninggalkan jogja menuju Wonosobo. 
Saat malam hari, kami mampir di Magelang untuk makan malam dan solat. Perjalanan pun dilanjutkan kembali dengan berbagai cerita tentang KKN dan cerita-cerita lainnya yang menemani kami sampai ke Dieng. Sekitar pukul 23.30 kami sampai di Telaga Cebong, Desa Sembungan, desa terakhir sebelum naik ke Bukit Sikunir. Sebelum mendirikan tenda, kami di-briefing oleh penjaga di sana mengenai hal-hal yang berkaitan saat nge-camp di sana. Kami mendirikan tenda di sekitar daerah Telaga Cebong. Sebagian dari kami mendirikan tenda, dan sebagian lainnya menghidupkan api dengan kayu bakar untuk masak karena gas yang kami sewa tertinggal di tempat persewaan. Pukul 01.00 hari Jumat setelah makan mie yang terasa enak sekali kami (memaksakan) untuk tidur di udara yang dingin sekali.

Jumat, 9 Oktober 2015
Pukul 03.30 kami bangun dan siap-siap naik ke Bukit Sikunir untuk melihat sunrise. Sekitar pukul 04.00 kami mulai pendakian bersama rombongan lain yang akan melihat salah satu sunrise di pulau Jawa (katanya). Pukul lima kurang lima belas menit kami pun sampai di pos penanjakan pertama, karena beberapa pertimbangan kami memilih untuk melihat sunrise dari pos tersebut. menit demi menit kami menunggu sang surya terbit dengan foto-foto berbagai pose. Setelah puas melihat pemandangan yang ada, kami pun kembali ke tenda untuk berkemas-kemas dan melanjutkan ke objek wisata lainya.
 
Pose bahagia setelah melihat matahari terbit

Setelah mengemasi barang bawaan, kami menuju telaga tiga warna, tetapi karena itu musim kemarau kami memutuskan untuk tidak jadi masuk karena takut kecewa jika telaga tidak ada airnya (menurut informasi pedagang di dekat pintu masuk telaga sedang tidak indah). Perjalanan kami lanjutkan ke Candi Arjuna dan kawah Si Kidang. Pemandangan komplek Candi Arjuna yang hijau, sejuk, dan asri membuat kami betah di sana untuk mengambil foto dengan berbagai pose yang ciamik. Setalah mengambil foto dengan beberapa pose, kami melanjutkan ke Kawah Si Kidang. Untuk mencapai kawah ini dibutuhkan sedikit perjuangan karena harus jalan lumayan jauh dan menutup hidung dengan masker agar tidak terhirup belerang yang sangat menyengat.

Ala-ala anak hits


Di depan kawah Si Kidang

Kami kira perjalanan sudah cukup, tidak ada objek wisata di kawasan Dieng yang ingin kami kunjungi lagi. Sekitar pukul 10.00 kami pulang ke jogja dan pada saat zuhur kami mampir ke Masjid Agung Wonsobo untuk menjalankan solat jumat bagi para laki-laki. Dalam perjalanan pulang, kami sempat mampir ke SS yang berada di Magelang untuk sejenak istirahat dan mengisi perut yang sudah lapar. Setiap perjalanan mempunyai pelajaran dan kenangan yang akan diceritakan kelak. Terima kasih telah menjadi teman perjalanan yang istimewa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar