berbincang-bincang. hal yang akhir-akhir ini sering dilakukan, di mana saja. di perjalanan ke kantin, di kantin psikologi, di bawah jembatan budaya, di tempat makan, di depan sekber, atau di mana pun. kegiatan yang menyenangkan dari sebuah pertemanan.
membicarakan tentang apa saja, tak bosan, selalu ada topik yang di bahas. mulai dari dosen di kelas, acara yang akan kami buat, tugas kuliah, tentang masa depan, gunjingan-gunjingan (haha), mimpi-mimpi, hingga diskusi sastra yang membuat pengetahuan saya bertambah. berjam-jam tak terasa terlewatkan dalam moment ini
suatu waktu, di bawah jembatan budaya, sedang berbincang dengan beberapa teman.
"jul, besok kalo lulus mau ngapain?"
"mau jadi guru"
"kalo kamu war, habis lulus mau ngapain?"
"mau buka usaha, jadi pengusaha"
"kalo kamu kom, mau ngapain?"
"mau nikah, terus jadi istri yang solehah hehe"
"itu bukan cita-cita, kom"
"iya, ya tahu becanda kalik, besok mau jadi guru juga apa nggak editor, pengen jadi peneliti filologi juga deh, hehe" ~
suatu waktu juga, setelah makan di suatu tempat makan yang memutar lagu melayu. seperti biasa tidak langsung pulang, kami berbincang terlebih dahulu, mengomentari suasana tempat makan dan musik yang diputar. lalu saya menyelutuk
"besok kalo aku punya cafe, ntar tempatnya pake sofa-sofa biar nyaman terus lagu yang diputer lagu-lagu indie kayak efek rumah kaca, payung teduh, white shoes, hehe mimpi banget ya"
"ya gapapa mumpung masih muda banyak-banyakin bermimpi"
berbincang-bincang dengan mereka menciptakan kebahagiaan dan semangat yang tak dapat ditawar. berbincang-bincang dengan mereka memberikan banyak pengetahuan tentang apa pun.
saya bahagia atas pertemanan ini, Tuhan.
terima kasih selalu mendengarkan~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar