saya percaya, jarak dapat merenggangkan sebuah hubungan. dan saya sekarang mengerti kenapa orang LDR banyak yang kandas di tengah jalan. saya percaya. saya merasakan.
namanya Qon. kami bertemu empat tahun lalu. dia orang pertama yang saya kenal saat pertama kali masuk aliyah. baik, ramah, cantik, sholehah. kesan pertama saya melihat dia. takdir pun membuat kami sekamar saat kelas satu. masa aliyah, kami saling banyak bercerita |curhat lebih tepatnya| di tangga asrama, di masjid, di perjalanan ke kantin, entalah kami selalu punya banyak cerita. kami bahagia.
setahun lebih yang lalu, tetiba dia sms memberikan kabar bahwa dia akan lanjut kuliah ke Malaysia meninggalkan calon kampusnya di UNS. deg. terpaku dan ingin menangis. sungguh, saya benci kehilangan. tapi saya hanya bisa mendoakan agar dia sukses.
semester pertama kedua perkulihan kami masih sering menjalin kominikasi. kami masih sering curhat lewat dm twitter, jika ada banyak pulsa dia sering menelpon dari malaysia, atau saya yang menelpon dari Indonesia. saling curhat, saling memberi semangat, saling bercerita.
hingga tahun kedua perkuliahan. kami jarang berkomunikasi, walau hanya sebatas DM twitter. saya sibuk di kampus, dia sibuk di kampus, kami hampir pupus.
sungguh, saya benci jarak. sungguh saya takut kehilangan.
dan saya percaya yang namanya LDR itu gak segampang omong doang. saya merasakan.
selalu merindu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar